Home » » Perbandingan Status Migrasi Seumur Hidup Provinsi Sumatra Selatan dan Propinsi Banten

Perbandingan Status Migrasi Seumur Hidup Provinsi Sumatra Selatan dan Propinsi Banten

Written By Arif Sobarudin on Kamis, 21 Juni 2012 | Kamis, Juni 21, 2012


Nama: Arif Sobarudin
NPM : 1116011014
Data Status Migrasi Seumur Hidup Provinsi Banten
Kabupaten/kota
Laki-laki + Perempuan
Status Migrasi
Non Migran Kabupaten/Kota
Migran Kabupaten/Kota
jumlah
7,587,608
3,044,558
10,632,166

Data Status Migrasi Seumur Hidup Provinsi Sumatra Selatan
Kabupaten/kota
Laki-laki + Perempuan
Status Migrasi
Non Migran Kabupaten/Kota
Migran Kabupaten/Kota
jumlah
5,804,822
1,645,572
7,450,394

1.      Analisis data
Dari data diatas dapat kita ketahui bahwa status migrasi seumur hidup propinsi Banten dengan propinsi Sumatra selatan memiliki selisih yaitu propinsi Banten memiliki status migrasi lebih besar dengan jumlah data 10,632,166 sedangkan status migrasi yang dimiliki oleh propinsi Sumatra Selatan dengan jumlah data 7,450,394. Jadi selisih status migrasi antara kedua propinsi tersebut yaitu 3,181,772, dari selisih tersebut disebabkan oleh beberapa hal yaitu Propinsi Banten terletak di pulau jawa yang merupakan pusat penduduk Indonesia dan di dukung juga oleh banyaknya industry-industri yang berdiri di propinsi Banten hal ini menjadi daya tarik masyarakat untuk bermigrasi ke propinsi Banten sedangkan di propinsi Sumatra Selatan terletak di pulau Sumatra, di Sumatra sendiri sangat kurang daya tarik untuk bermigrasi oleh karena itu Sumatra selatan relative lebih sedikit status migrasinya dibandingkan dengan Propinsi Banten
2.      Alasan Memilih Sumatra Selatan Dan Banten Untuk Membandingkan Dua Daerah Dari Dua Propinsi Berdasar Status Migrant
SUMATRA SELATAN
Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Selatan, merupakan wilayah daratan dan kepulauan yang berbatasan di sebelah utara dengan Propinsi Jambi, di sebelah timur dengan Selat Karimata, di sebelah selatan dengan Propinsi Lampung, dan di sebelah barat dengan Propinsi Bengkulu.
Pada tahun 1990 penduduk Propinsi Sumatera Selatan berjum­lah 6.344.300 jiwa, dengan kepadatan penduduk 58 jiwa per kilometer persegi. Daerah tingkat II yang terpadat penduduknya adalah Kotamadya Palembang dengan kepadatan 5.138 jiiva per kilometer persegi, sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Musi Rawas dengan kepadatan 24 jiwa per kilometer persegi. Penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan berjumlah 1.837.785 jiwa atau 29,3 persen dari jumlah penduduk Propinsi Sumatera Selatan. Jumlah penduduk perkotaan mengalami peningkatan yang cukup berarti dengan rata-rata laju pertumbuhan antara tahun 1971 dan 1990 sebesar 3,66 persen per tahun.
BANTEN
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan penduduk (LPP) Banten periode 2000-2010 rata-rata 2,10% per tahun atau di atas rata-rata nasional 1,33% per tahun. LPP ini juga menempatkan Banten di posisi tertinggi di Pulau Jawa.
Secara berurutan, LPP 2000-2010 terendah se-Jawa yakni Jawa Tengah 0,58% per tahun, Jawa Timur 0,75% per tahun, DKI Jakarta 1,06% per tahun, Jogjakarta 1,25% per tahun, Jawa Barat 1,65 % per tahun, dan Banten 2,10% per tahun. Bidang Statistik nasional LPP Banten berada di posisi ketujuh sama dengan Nusa Tenggara Timur. Secara berurutan, LPP tertinggi se-Indonesia yakni Kepulauan Riau 4,27% per tahun, Papua Barat 3,64% per tahun, Riau 3,33% per tahun, Kalimantan Timur 2,81% per tahun, Kepulauan Bangka Belitung 2,51% per tahun, Papua 2,42% per tahun, Banten 2,10% per tahun, dan Nusa Tenggara Timur 2,10 % per tahun.
LPP Banten 2000-2010 dibanding LPP 2000-2009 menurun 0,02%. Meski demikian, Banten masih terbilang tinggi dalam LPP.
Banten juga berada di posisi kelima se-Indonesia perihal jumlah penduduk. Penduduk tertinggi berada di Jawa Barat sebanyak 42,081 juta jiwa, Jawa Timur 37,469 juta jiwa, Jawa Tengah 33,094 juta jiwa, Sumatera Utara 13, 452 juta jiwa, dan Banten 9, 96 juta jiwa. laju pertumbuhan penduduk ditentukan tiga faktor yakni perpindahan penduduk(migrant), kelahiran bayi, dan kematian. Namun belum bisa memprediksi penyebab terbesar dari tiga faktor tersebut terhadap LPP di Banten karena hasil sensus penduduk 2010 belum selesai direkap. pertama migrasi (perpindahan-red) penduduk dari luar Banten, mungkin juga karena angka kelahiran.

Share this article :

Pasang Iklan

Kunjungan

TERBARU

Entri Populer

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner