Home » » TIPE OTORITAS DAN BENTUK ORGANISASI SOSIAL

TIPE OTORITAS DAN BENTUK ORGANISASI SOSIAL

Written By Arif Sobarudin on Selasa, 12 Juni 2012 | Selasa, Juni 12, 2012

Hubungan sosial dalam tipe keteraturan menujukkan keanekaragaman yang berbeda-beda. Weber mengidentifikasikan beberapa tipe yang berbeda, sehingga muncul organisasi dalam suatu struktur otoritas yang mapan, artinya suatu struktur dimana individu-individu diangkat, bertanggung jawab untuk mendukung keteraturan sosial. Kalau hubungan itu bersifat asosiatif (rasional) dan bukan komunal (emosional), meliputi sifat administratif, maka hubungan itu menunjukkan pada “Organisasi yang Berbadan Hukum”.


Namun bagi Weber yang utama adalah pada landasan keteraturan sosial yang absah. Artinya bahwa keteraturan sosial dan pola-pola dominasi yang berhubungan dengan itu diterima sebagai yang benar, baik oleh mereka yang tunduk pada suatu dominasi maupun mereka yang dominan. Weber mengidentifikasikan 3 dasar legitimasi yang utama dalam hubungan otoritas, ketiganya dibuat berdasarkan tipologi tindakan sosial. Masing-masing tipe berhubungan dengan tipe struktur adminstratifnya sendiri dan dinamika sosialnya sendiri yang khusus. Tipe-tipe itu adalah :

1.  Otoritas Tradisional

Tipe ini berlandaskan pada kepercayaan yang mapan pada tradisi yang sudah ada. Hubungan antar tokoh pemilik otoritas dengan bawahannya adalah pribadi. Weber membedakan 3 otoritas tradisional yaitu ; gerontokrasi, patriakalisme, dan patrimodialisme. Pengawasan dalam gerontokrasi berada pada tangan orang-orang tua dalam suatu kelompok, dalam patriarkalisme ada pada satuan kekerabatan individu tertentu pewaris, dan dalam sistem otoritas patrimodial pengawasan oleh staf administrasi yang ada hubungan pribadi dengan pemimipinnya.

2.  Otoritas Karismatik

Otoritas ini didasarkan pada mutu luar biasa yang dimiliki pemimpin sebagai pribadi. Menurut Weber, istilah ‘kharisma’ akan diterapkan pada mutu tertentu yang terdapat pada kepribadian seorang, yang berbeda dengan orang biasa yang dianugerahi kelebihan. Kepatuhan para pengikut tergantung pada identifikasi emosional pemimpin itu sebagai pribadi. Orientasi kepemimpinan kharismatik biasanya menantang status-quo kebalikan dari kepemimpinan tradisional.

3.  Otoritas Legal-Rasional

Otoritas yag didasarkan pada komitmen terhadap seperangkat aturan yang diundangkan secara resmi dan diatur secara impersonal. Tipe ini erat kaitannya dengan rasionalitas instrumental. Jiadi, peraturan berhubungan dengan posisi baik sebagai atasan atau bawahan.

Otoritas legal-rasional diwujudkan dalam organisasi birokratis. Analisa Weber yang sangat terkenal mengenai birokratis adalah membandingkan birokrasi dalam bentuk-bentuk administrasi tradisional kuno yang didasarkan pada keluarga dan hubungan pribadi. Weber melihat birokrasi sebagai suatu bentuk organisasi yang paling efisien, sistematis, dan dapat diramalkan. Dalam masyarakatnya sendiri, yang dikuasai ketika sedang berada dibawah birokrasi militer dan birokrasi politik Prusia, ketika melihat perkembangan administrasi industri dan administrasi politik nasional di negara-negara Barat lainnya, ia mendapat kesan bahwa perkembangan dunia modern ditandai oleh semakin besarnya pengaruh birokrasi.

Salah satu alasan pokok mengapa bentuk organisasi birokratis itu memiliki efisiensi adalah karena organisasi itu memiliki cara yang secara sistematis menghubungkan kepentingan individu dengan tenaga pendorong dengan pelaksana fungsi-fungsi organisasi. Ini dilihat dari dari pelaksanaan fungsi organisasi yang secara khusus menjadi kegiatan yang utama bagi pekerjaan pegawai birokrasi.

Dalam mengembangkan dan meningkatkan bentuk organisasi birokratis, orang orang membangun bagi dirinya suatu “Kandang Besi” dimana pada suatu saat mereka sadar bahwa mereka tidak bisa keluar lagi dari situ. Proses ini tidak hanya ada pada masyarakat kapitalis tetapi juga masyarakat sosialis. Menurut Weber bahwa kelak akan muncul seorang pemimpin karismatik yang akan membuat dobrakan dari cengkraman mesin birokratis yang tanpa jiwa itu dan tidak  memberi tempat kepada perasaan dan cita-cita manusia.
Share this article :

Kunjungan

TERBARU

Entri Populer

Statistik Info

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner