Home » » Jenis-Jenis Mobilitas Sosial

Jenis-Jenis Mobilitas Sosial

Written By Admin Bisosial on Kamis, 25 Oktober 2012 | Kamis, Oktober 25, 2012

Ada dua tipe mobilitas sosial yang utama yaitu mobilitas sosial yang horizontal dan vertikal.
a. Mobilitas sosial horizontal

Merupakan peralihan inividu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Contohnya seseorang yang berlaih pekerjaan yang sederajat. Dengan adanya mobilitas sosial horizontal tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.
b. Mobilitas sosial vertikal

Merupakan perpindahan individu dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat. Sesuai dengan arahnya maka ada dua jenis mobilitas sosial vertikal, yaitu:
1) Social climbing, yaitu gerak mobilitas sosial vertikal yang naik
2) Social sinking, yaitu gerak mobilitas sosial vertikal yang turun
Disamping itu ada dua jenis mobilitas sosial vertikal lainnya yaitu:
1) Mobilitas intragenerasi, yaitu mobilitas yang terjadi dalam diri seseorang. Dalam tipe mobilitas intragenerasi terjadi pula mobilitas yang naik dan turun.
2) Mobilitas antar generasi, yaitu mobilitas yang terjadi dalam dua generasi. Dalam tipe mobilitas antar generasi terjadi pula mobilitas yang naik dan turun.
3. Prinsip Umum Mobilitas sosial vertikal

a. Hampir tidak ada masyarakat yang sistem lapisannya mutlak tertutup
b. Betapapun terbukanya sistem lapisan dalam suatu masyarakat, tak mungkin gerak sosial yang bertikal dilakukan dengan sebebas-bebasnya.
c. Gerak sosial yang umum berlaku bagi semua masyarakat tidak ada.
d. Laju gerak sosial yang vertikal disebabkan oleh factor-faktor ekonomi, politik serta pekerjaan bebeda-beda.
e. Dalam mobilitas sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomis, politik dan pekerjaan, tidak ada kecenderungan yang kontinu perihal bertambah atau berkurangnya laju gerak sosial.
4. Saluran Mobilitas sosial vertikal
Menurut Pitirim A. Sorokin mobilitas sosial vertikal mempunyai saluran-saluran dalam masyarakat yaitu:
1. Angkatan bersenjata → memainkan peranan penting dalam masyarakat dengan sistem militerisme.
2. Lembaga keagamaan → merupakan saluran penting dalam gerak sosial vertikal, dimana tokoh agama akan mendapatkan status sosial yang tinggi dalam masyarakat.
3. Lembaga pendidikan → merupakan saluran kongkret gerak sosial yang vertikal. Bahkan dianggap sebagai social elevator yang bergerak dari keduduakn yang paling rendah ke kedudukan yang paling tinggi.
4. Organisasi politik → Partai politik dapat memberi peluang besar bagi para anggotanya untuk naik dalam pertanggaan kedudukan. Apabila ia mempunyai kemampuan berorganisasi dan sebagainya.
5. Organisasi ekonomi → perusahaan ekspor impor, perusahaan asing, bank, travel bureau dan lain sebagainya memgang peranan penting sebagai saluran dalam saluran gerak sosial yang bertikal.
6. Organisasi keahlian → Ikatan dokter Indoensia (IDI), persatuan wartawan Indonesia (PWI), merupakan wadah yang dapat menampung individu-individu dengan dengan masing-masing keahliannya untuk diperkenalkan kepada masyarakat.
7. Perkawinan → seseorang yang menikah dengan seseorang yang berasal dari lapisan atas dapat ikut naik kedudukannya. Akan tetapi, hal yang sebaliknya juga mungkin terjadi apbila dia menikah dengan seseorang yang lebih rendah kedudukannya dalam masyarakat.
Share this article :

Kunjungan

Update

LOWONGAN KERJA

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner