Home » » Syarat-syarat Interaksi Sosial

Syarat-syarat Interaksi Sosial

Written By Admin Bisosial on Kamis, 25 Oktober 2012 | Kamis, Oktober 25, 2012

a. Kontak
Kata kontak berasal dari con atau cum yang artinya bersama-sama dan kata tango yang artinya menyentuh. Jadi secara harfiah kontak berarti saling menyentuh. Dalam sosiologi, kata kontak tidak hanya berarti saling menyentuh secara fisik belaka. Kontak dapat saja terjadi tanpa saling menyentuh.
Dilihat dari wujudnya kontak sosial dibedakan menjadi:
1) Kontak antarindividu, contoh: kontak antara anak dengan orang tuanya.
2) Kontak antarkelompok, contoh: kontak antara dua kesebelasan di lapangan.
3) Kontak antara individu dan satu kelompok, contoh: kontak antara seorang pembicara dan peserta dalam suatu seminar.
Dilihat dari langsung tidaknya kontak itu terjadi, kontak sosial dibedakan menjadi berikut:
1) Kontak primer, yaitu hubungan timbal balik yang terjadi secara langsung. Contoh tatap muka, berjabat tangan.
2) Kontak sekunder, yaitu kontak sosial yang memerlukan pihak ketiga sebagai media untuk melakukan hubungan timbal balik. Contoh Yanto meminta tolong kepada Joko untuk mengajak Erna bergabung dalam kelompok diskusi yang dipimpinnya.
b. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik sedikitnya dibutuhkan komponen-komponen sebagai berikut:
1) Pengirim atau komunikator (sender)
2) Penerima atau komunikan (receiver)
3) Pesan (message)
4) Umpan balik (feedback)
Soerjono Seokanto (1982: 60 – 61) mengemukakan bahwa arti terpenting komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut. Dengan adanya komunikasi tersebut, sikap-sikap dan perasaan-perasaan suatu kelompok manusia atau orang perseorangan dapat diketahui oleh kelompok-kelompok lain atau orang-orang lainnya. Hal itu kemudian merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang akan dilakukannya.
Share this article :

Kunjungan

Update

LOWONGAN KERJA

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner