Home » » ALASAN-ALASAN PENTINGNYA KEBIJAKAN DESENTRALISASI DI TINGKAT LOKAL

ALASAN-ALASAN PENTINGNYA KEBIJAKAN DESENTRALISASI DI TINGKAT LOKAL

Written By Arif Sobarudin on Rabu, 21 November 2012 | Rabu, November 21, 2012

Beberapa hal yang perlu dipahami dalam membedah kebijakan desentralisasi yaitu harus dilihat dasar pertimbangan atau alasan pembentukkannya; keuntungan dan kelemahannya, akan tetapi hal yang sangat krusial adalah tujuan utamanya adalah mensejahterakan rakyat dan adanya keseimbangan hubungan antara pusat dan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah. Pemerintahan daerah terkait 2 unsur yaitu otonomi daerah dan desentralisasi, kedua unsur ini sekilas sama tapi keduanya harus bisa dipilahkan. Otonomi daerah lebih menyangkut aspek politik sedangkan desentralisasi menyangkut aspek administrasinya. Maksudnya otonomi daerah berhubungan dengan bagaimana kekuasaan dan kewenangan pada satuan pemerintah daerah dijalankan sedangkan desentralisasi berhubungan dengan bagaimana kewenangan administrasi dari pemerintah pusat diserahkan kepada satuan pemerintah dibawahnya.  
Kebijakan desentralisasi sangat diperlukan bagi negara-negara berkembang. Kebijakan desentralisasi suatu negara disesuaikan dengan siatem pemerintahan yang dianutnya. Sesuai dengan dinamika pemerintahan daerah, maka system desentralisasi yang diterapkan dari waktu ke waktu juga mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan untuk lebih efisien dan efektifnya pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan.
Bertolak dari pendapat di atas,  maka ada beberapa hal yang menjadi alasan perlunya kebijakan desentralisasi, Cheema dan Rondinelli mengemukakan beberapa alasan tersebut:
1.      Suatu cara untuk mengatasi berbagai kegawatan keterbatasan
2.      Mengatasi prosedur terstruktur ketat suatu perencanaan terpusat
3.      Peningkatan sensivitas terhadap masalah dan kebutuhan masyarakat
4.      Penetrasi politik dan administrasi negara
5.      Perwakilan lebih baik
6.      Kapasitas dan kemampuan administrasi publik yang lebih baik
7.      Pelayanan lapangan dengan efektivitas lebih tinggi di tingkat lokal
8.      Meningkatkan koordinasi dengan pimpinan setempat
9.      Melembagakan partisipasi masyarakat setempat
10.  Menciptakan cara-cara alternative pengambilan keputusan
11.  Administrasi publik yang lebih fleksibel,inovatif dan kreatif
12.  Keanekaragam fasilitas pelayanan yang lebih baik
13.  Stabilitas politik yang lebih baik.  

Berkaitan dengan pendapat di atas. The Liang Gie dalam Hanif Nurcolis menjelaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah di Indonesia menganut asas desentralisasi. Dianutnya kebijakan desentralisasi dengan alasan:
1.      Desentralisasi dapat mencegah penunpukkan kekusaaan pada pemerintah pusat yang pada akhirnya dapat menimbulkan tirani
2.      Desentralisasi dianggap sebagai tindakan pendemokrasian, yaitu untuk ikut menarik rakyat ikut serta dalam pemerintahan dan melatih diri dalam menggunakan hak-hak demokrasi.
3.      Dari segi teknik organisatoris, desentralisasi mampu menciptakan pemeliharaan yang efisien. Hal-hal yang lebih utama untuk diurus pemerintah setempat, pengurusannya diserahkan kepada daerah. sedangkan hal-hal yang lebih tepat ditangani pusat tetap diurus oleh pemerintah pusat.
4.      Dari segi Kultural, desentralisasi perlu diadakan supaya perhatian dapat sepenuhnya ditumpahkan kepada daerah, seperti keadaaan geografi, penduduk, kegiatan ekonomi, watak kebudayaan dan latar belakang sejarahnya.
5.      Dari segi kepentingan pembangunan ekonomi, desentralisasi diperlukan karena pemerintah daerah dapat lebih banyak dan secara langsung membantu pembangunan tersebut. [16]

Kedua pendapat di atas, Lili Romli mengemukakan 3 alasan pemerintah menerapkan kebijakan desentralisasi yaitu: pertama, menciptakan keefisiensi penyelenggaraan administrasi pemerintahan. Kedua, untuk memperluas otonomi daerah. Ketiga, strategi untuk mengatasi instabilitas politik. Sedangkan menurut Nelson Kasfir (dalam Lili Romli), alasan menerapkan desentralisasilebih didasarkan pada pertimbangan untuk meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan untuk mempercepat proses pembangunan ekonomi.[17] Bertolak dari pendapat-pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa desentralisasi lebih banyak membawa keuntungan pada daerah atau tingkat lokal. Namun hal ini sangat terkait dengan system penyelenggaraan pemerintahan yang dianut guna memperlancar upaya pencapaian kesejahteraan rakyat lewat pendekatan pelayanan publik.
 Desentralisasi lebih menekankan pada dampak atau konsekuenssi penyerahan wewenang untuk mengambil keputusan dan control oleh badan-badan otonom daerah menuju pada pemberdayaan (empowerment) kapasitas lokal. Desentralisasi merupakan salah satu cara mengembangkan kapasistas lokal.  Dimana kekuasaan dan pengeruh bertumpu pada sumber daya. jika suatu badan lokal diberi tanggung jawab dan sumber daya,   maka kemampuan untuk mengembangkan otoritasnya akan meningkat. Hal ini berarti pemeintah pusat akan memperoleh respek dan kepercayaan karena menyerahkan proyek dan sumber daya kepada daerah dan daerah mengatur dan mengurus dengan baik. Semuanya ini akan berjalan dengan baik apabila kebijakan pemerintah terkait desentralisasi (UU No. 22/1999 junto UU No. 32/2004 yang mengatur tentang pemerintahan daerah betul-betul diterapkan dengan baik oleh semua pihak yang terkait, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah dan elit lokal, serta masyarakat daerah tersebut. Singkatnya demi menciptkan kepemerintahan yang baik  maka sangat diperlukan kemitraan antar pemerintah, swasta dan masyarakat yang dipayungi dengan kebijakan desentralisasi yang mengarah pada pendekatan pelayanan demi mempercepat tercapainya masyarakat sejahtera.
 
Share this article :

Kunjungan

TERBARU

Entri Populer

Statistik Info

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner