Home » » KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN KEBIJAKAN DESENTRALISASI

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN KEBIJAKAN DESENTRALISASI

Written By Arif Sobarudin on Rabu, 21 November 2012 | Rabu, November 21, 2012

Kebijakan desentralisasi yang memberi banyak peluang kepada daerah agar dapat mengatur dan mengurus rumah tangga daerahnya sendiri ini, tentu membawa banyak dampak baik segi keuntungan maupun daer segi kelemahan. Berkenaan dengan itu, penulis akan menjabarkan beberapa keuntungan dan kelemahan kebijakan desentralisasi.

A. KEUNTUNGAN DESENTRALISASI
Menurut Smith (1985) dalam Hanif Nurcholis menjelaskan bahwa kebijakan desentralisasi ini memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut:
1.      Desentralisasi diterapkan dalam upaya pendidikan politik
2.      Untuk latihan kepemimpinan politik
3.      Untuk memelihara stabilitas politik
4.      Untuk mencegah konsentrasi kekuasaan di pusat.
5.      Untuk memperkuat akuntabilitas publik.
6.      Untuk meningkatkan kepekaan elit terhadap kebutuhan masyarakat lewat pendekatan pelayanan publik. 
Menurut Smith, keenam hal tersebut di atas bisa tercapai apabila administrasi pemerintah tertata dengan baik. Dalam rangka menyelenggarakan pemerintahan daerah diperlukan admininstrasi pemerintahan daerah yang respon dengan aspirasi dam kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dengan memahami system administrasi demikian pada tingkat daerah maka hubungan saling terkait antara semua komponen yang terdapat dalam administrasi pemerintahan daerah sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan semakin cepat tercapai. Hal ini sangat dibutuhkan kemitraan dari semua komponen darah.
            Berkaitan dengan keuntungan desentralisasi, Sarundajang mengemukakan beberapa keuntungan kebijakan desentralisasi  sebagai berikut:
1.      Mengurangi bertumpuknya pekerjaan di pusat pemerintahan
2.      Dalam menghadapi masalah yang amat mendesak membutuhkan tindakan yang lebih cepat, sehingga daerah tidak perlu menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
3.      Dapat mengurangi birokrasi dalam arti yang buruk karena setiap keputusan dapat segera dilaksanakan.
4.      Dalam system desentralisasi, dapat diadakan pembedaan dan pengkhususan yang berguna bagi kepentingan tertentu,yakni daerah dengan lebih mudah menyesuaikan diri dengan kebutuhan khusus daerah.
5.      Dengan adanya desentralisasi territorial, daerah otonom dapat merupakan semacam laboratorium dalam hal-hal yang berhubungan dengan pemerintahan, yang dapat bermanfaat bagi seluruh wilayah negara. Hal yang baik diterapkan pada seluruh wilayah negara sedangkan yang kurang baik dibatasi pada daerah tertentu saja.
6.      Mengurangi kemungkinan kesewenang-wenangan dari pemerintah pusat.
7.      Dari segi psikologi, desentralisasi dapat lebih memberikan kewenangan memutuskan yang lebih besar kepada daerah.
8.      Desentralisasi akan memperbaiki kualitas pelayanan karena lebih dekat dengan masyarakat yang dilayani. 
Sehubungan dengan pendapat ditarik kesimpulan bahwa desentralisasi membawa banyak keuntungan yang dapat membuat daearh lebih mandiri, kuat dan dapat menyelenggarakan pemerintahan dengan daya, inovatif dan kreativitas tinggi untuk mensejahterakan rakyat di daerahnya.  

B. KELEMAHAN DESENTRALISASI
Adapun kelemahan desentralisasi dalam pelaksanaannya, antara lain:
kelemahan desentralisasi antara lain, menurut Agus Sumarsono (dalam makalahnya Otonomi Daerah dan good governace dalam rangka mewujudkan keberhasilan pembangunan daerah (2010 ; hal. 4) dikatakan bahwa:
a.       Karena jumlah organ-organ pemerintah bertambah banyak sejalan dengan kewenangan yang dimiliki daerah, maka struktur pemerintahan bertambah kompleks sehingga mempersulit koordinasi.
b.      Hubungan keseimbangan dan keserasian antara berbagai macam kepentingan daerah mudah terganggu.
c.       Desentralisasi teritorial dapat mendorong timbulnya ”sentimen kedaerahan” (etnocentries).
d.      Pengambilan keputusan memerlukan waktu yang lama karena melalui perundingan yang rumit.
e.       Penyelenggaraan desentralisasi memerlukan biaya yang lebih banyak dan sulit dilaksanakan secara sederhana dan seragam.

Selanjutnya, Kelemahan-kelemahan  desentralisasi menurut Dewi Erowati yaitu:
a.       Karena besarnya organ-organ pemerintah, maka struktur pemerintahan bertambah kompleks yang mempersulit koordinasi.
b.      Keseimbangan dan keserasian berbagai macam kepentingan daerah akan lebih terganggu.
c.       Dapat mendorong timbulnya daerahnisme ataupun provinisme
d.      Keputusan yang diambil memerlukan waktu yang lama, karena memerlukan perundingan yang bertele-tele.
e.       Dalam penyelenggaraan desentralisasi diperlukan biaya yang lebih banyak.
f.       Sulit untuk memperoleh keseragaman/uniform dan  kesederhanaan
g.      Desentralisasi pada taraf tertentu akan mengancam integrasi politik, mengganggu stabilitas nasional dan pada akhirnya mengancam pemerintah pusat.
h.      Jika desentralisasi diterapkan secara mutlak dalam sistem  pemerintahan negara maka ada beberapa ancaman lain yang bisa menyertainya, seperti: dalam meningkatkan perbedaan/kesenjangan yang tajam antar daerah (dispariy), dan bahkan justru dapat mengurangi efisien. 

Share this article :

Pasang Iklan

Kunjungan

TERBARU

Entri Populer

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner