Home » » Laporan Keuangan

Laporan Keuangan

Written By Arif Sobarudin on Selasa, 27 November 2012 | Selasa, November 27, 2012

Merupakan laporan mengenai posisi kemampuan dan kinerja keuangan perusahaan serta informasi lainnya yang diperlukan oleh pemakai informasi akuntansi. Fungsi laporan keuangan yaitu : menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan (aktiva, kewajiban dan ekuitas dan menyediakan informasi mengenai kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai informasi akutansi dalam pengambilan keputusan.
Menurut Statement of Financial Accounting Concept No. 1 tujuan dan manfaat laporan keuangan adalah:
  1. Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam membuat keputusan lain yg sejenis secara rasional.
  2. Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yg dapat membantu investor kreditor dan pengguna lain yg potensial dalam memperkirakan jumlah waktu dan ketidakpastian penerimaan kas di masa yg akan datang yg berasal dari pembagian deviden ataupun pembayaran bunga dan pendapatan dari penjualan.
  3. Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Klaim atas sumber daya kepada perusahaan atau pemilik modal.
  4. Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang prestasi perusahaan selama satu periode. Investor dan kreditor sering menggunakan informasi masa lalu untuk membantu menaksir prospek perusahaan.
Pihak-pihak yg memanfaatkan laporan keuangan adalah :
  1. Investor. Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dgn risiko yg melekat serta hasil pengembangan dari investasi yg mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi utk membantu menentukan apakah harus membeli menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yg memungkinkan mereka utk menilai kemampuan perusahaan utk membayar dividen.
  2. Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yg mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dgn informasi yg memungkinkan mereka utk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa manfaat pensiun dan kesempatan kerja.
  3. Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dgn informasi keuangan yg memungkinkan mereka utk memutuskan apakah pinjaman serta bunga dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Pemasok dan kreditor usaha lain tertarik dgn informasi yg memungkinkan mereka utk memutuskan apakah jumlah yg terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yg lbh pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
  5. Pelanggan. Para pelanggan berkepentingan dgn informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan atau tergantung pada perusahaan.
  6. Pemerintah. Pemerintah dan berbagai lembaga yg berada di bawah kekuasaa berkepentingan dgn alokasi sumber daya dan krn ini berkepentingan dgn aktivitas perusahaan mereka menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar utk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  7. Masyarakat. Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misal perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional termasuk jumlah orang yg dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dgn menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
a.        Laporan hasil usaha
Laporan hasil usaha (income statement) meenunjukkan laba atau rugi dari hasil kegiatan operasional perusahaan dalam suatu periode, lazimnya selama satu tahun.
LAPORAN LABA/RUGI
No
Perkiraan
Keterangan
Hasil penjualan
Pertimbangan dan keputusan terkait dengan masalah dan kegiatan operasional
(Dikurangi)
Biaya produksi dan atau biaya untuk mendapatkan jasa
(sama dengan)
Laba kotor
(Dikurangi)
Biaya operasional, biaya pemasaran dan penjualan, biaya umum dan administrasi
(Sama dengan)
Hasil operasional (sebelum dikurangi biaya bunga pinjaman dan pajak)
( Dikurangi)
Pertimbangan dan keputusan terkait dengan masalah keuangan
Biaya bunga pinjaman
(Sama dengan)
Laba sebelum pajak
(Dikurangi)
Pajak
Pajak terutang atas pendapatan
( Sama dengan)
Laba setelah pajak
Pendapatan untuk pemilik perusahaan
Dalam text-books, laporan hasil usaha disebut dengan Laporan Laba/Rugi, atau income statement atau profit and loss statement. Secara berurutan lapotan hasil usaha dimulai dari hasil penjualan , dan di ikuti dengan perkiraan-perkiraan lain dan diakhiri dengan laba setelah pajak. Guna memperjelas penggunaan format tersebut diatas, berikut diberikan contoh perhitungan Laba/Rugi, Usaha dagang RPS. RPS erupakan usaha milik perorangan atau sering juga disebut dengan usaha rumahan yang dikelola oleh sepasang suami istri.
Usaha ini bergerak di bidang jahit menjahit atau sering disebut dengan usaha konvensi yang membuat dan menjual kaos,topi, tas, pakaian ,seragam olah raga, pakaian seragam anak sekolah, pakaian seragam organisasi kemasyarakatan dan pernik-pernik lainnya. Perusahaan beroperasi di sebuah rumah yang terletak di desa Boro Wetan, Kbupaten  Purworejo. Laporan laba/rugi dibuat untuk periode1 Januari sampai dengan 31 Deseber 2007. Angka yang digunakan merupakan angka imajiner artinya bukan angka sebenarnya. Perkiraan-perkiraan penting yang perlu dicatat dalam laporan laba/rugi, antara lain:
·         Hasil Penjualan
·         Biaya Produksi
·         Laba Kotor
·         Biaya Operasional
·         Laba Sebelum Pajak
·         Dan Sebagainya
Dengan melakukan pencatatan berupa Laporan Laba/Rugi pelaku usaha dapat memperolehinformasi penting terutama yang terkait dengan hasil yang diperoleh dari kegiatan usaha yang dijalankanya. Berikut Laporan Laba/Rugi Dimaksud, dimana terlihat dengan jelas tentang.
LAPORAN LABA/RUGI USAHA DAGANG RPS
Periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007
(Dalam Rp.000,-)
                                                                                                                                               
Hasil Penjualan
Biaya Produksi
Laba Kotor
Biaya Operasional
Biaya pemasaran
Biaya umun dan Administrasi
Biaya penyusutan
Jumlah biaya operasional
Hasil operasional
Biaya Bunga Pinjaman
Laba sebelum pajak
Pajak
Laba setelah pajak
Penggunaan Laba:
a.       Untuk devident, Tantiem dan Bonus karyawan
b.      Perubahan laba ditahan pada neraca
Rp 1.660.400,-
Rp 1.079.500,-
Rp 580.900,-
 Rp 181.500,-
Rp 143.600,-
Rp 56.400,-
Rp 381.500,-
Rp 199.400,-
Rp 40.000,-
Rp 159.400,-
Rp 34.780,-
Rp 124.620,-
Rp 30.000,-
Rp 94.620,-
Catatan :
a.       Devident  adalah bagian dari laba setelah pajak yang diberikan kepada pemegang sahan sebagai imbalan karena telah menitipkan modal/ uangnya di perusahaan.
b.      Tantiem adalah bagian dari laba setelah pajak yang di berikan kepada pimpinan perusahaan, atas kinerja yang telah dihasilkan selama tahun yang bersangkutan.
c.       Bonus adalah bagian laba setelah pajak yang di berikan kepada seluruh pegawai/karyawan karena telah melaksanakan tugasnya selama tahun bersangkutan.
b.      Laporan Neraca
Neraca ( balance sheet) adalah laporan yang menunjukkan posisi antara kekayaan ( asset) dan kewajiban( liability) pada suatu saat. Laporan neraca lazimnya di buat dalam bentuk format T ( T form). Disebut dengan format bentuk T , Karena memang menggunakan garis yang mirip dengan bentuk huruf T . dalam format bentuk T tersebut posisi asset atau kekayaan di tempatkan pada bagian kiri dan liability atau kewajiban di tempatkan pada bagian kanan . namun ada pula yang menggunakan bentuk vertical, dimana posisi kekayaan di tempatkan pada bagian atas sedangkan posisi kekayaan ditempatkan pada bagian bawah. Secara skematis laporan neraca dengan format bentuk T, di ilustrasikan seperti gambar berikut ini,
Kekayaan
Kewajiban +Equity
Aset lancar
Kewajiban lancar
Aset tetap
Kewajiban jangka panjang
Aset lainya
Equity
Total aset
Total kewajiban dan Equity
Guna memperjelas penggunaan format tersebut diatas, berikut diberikan contoh laporan neraca CV.Citra Indah Furniture, sebuah usaha rumahan yang bergerak dibidang olahan kayu / furniture , membuat dan atau memperbaiki perabot  rumah tangga seperti meja dan kursi tamu, meja dan kursi makan, tempat tidur , lemari dan peralatan yang terbuat dari kayu lainnya. Usaha olahan kayu ini dijalankan oleh suami istri, yang mempunyai dua orang anak. Sang suamimasih merangkap sebagai pegawai negeri sipil Sang suamimasih merangkap sebagai pegawai negeri sipil di tingkat kecamatan. Perusahaan beroperasi di sebuah rumah yang terletak di Desa Kasawen, Kabupatn Purworejo. Laporan neraca dibuat untuk periode 1 januari sampai dengan 31 desember 2007. Angka yang digunakan bukan angka yang sebenarnya, tetapi angka imajiner. Berikut laporan neraca dimaksud yang dibuat dalam bentuk vertical sesuai gambar berikut,
NERACA
CV. CITRA INDAH FURNITURE
Untuk transaksi yang berakhir pada 31 Desember 2008
(Dalam Rp.000,-)
AKTIVA
2005
2007
Aktiva lancar
Kas/bank
78.000
88.000
Piutang usaha
141.000
156.000
Persediaan
254.000
422.800
Aktiva lainya
27.000
27.600
Total aktiva lancar
600.000
694.400
Aktiva tetap
Tanah
140.000
140.000
Bangunan & instalasi
1.518.000
1.678.000
Akumulasi penyusutan
(710.000)
(766.400)
Nilai bersih bang&inst
808.000
909.600
Total aktiva tetap
958.000
1.049.600
Patent
60.000
110.000
Total aktiva
1.608.000
1.854.000
PASIVA
Pasiva lancar
Hutang Usaha
121.620
152.220
Hutang pajak pendapatan
24.000
34.780
Hutang pada karyawan
6.800
7.800
Hutang bunga pinjaman
4.000
5.000
Total hutang jangka pendek
156.420
199.800
Pinjaman jangka panjang
292.000
400.000
Total kewajiban
448.420
599.800
Saham biasa
600.000
600.000
Laba ditahan
459.580
654.200
Total Equity pemegang saham
1.159.580
1.254.200
Total KEWAJIBAN DAN EQUITY
1.604.000
1.854.000






Catatan :
a.       Tidak ada perbedaan arti antara terminology kekayaan, aktiva, assest. Demikian juga dengan teminology,kewajiban, pasiva dan liability.
b.      Hanya perlu diperhatikan pasangan-pasangan masing-masing, yakni, aktiva-pasiva atau kekayaan-kewajiban atau assets-liability.
Laporan neraca diatas dibuat dalam bentuk horizontal, akan tetapi dapat juga dibuat dalam bentuk T. Bentuk mana yang dibuat sangat tergantung dengan kebiasaan masing-masing perusahaan dan tidak ada perbedaan antara keduannya. Apabila diperhatikan, baik pada sisi aktiva maupun pada posisi pasiva, semakin keatas sifatnya semakin mudah liquid atau cair. Sebaga contoh pada sisi aktiva, pos neraca yang ditempatkan paling atas adalah kas atau bank, kemudian pos neraca pituang usaha, menyusul persediaan. Sedangkan pada sisi pasiva, pos neraca usaha ditempatkan pada posisi paling atas, kemudian menyusul hutang pajak, menyusul hutang pada karyawan. Tujuan penempatan ini adalah agar pelaku usaha dan atau para pengambil keputusan dan pihak lainnya, dapat melakukan analisa bahwa kewajiban lancar dipersandingkan dengan kekayaan lancar.
c.         Laporan Arus Kas (Cash-Flow Statment)
Laporan ketiga yang perlu disajikan oleh suatu perusahaan adalah laporan arus kas. Laporan arus kas merupakan laporan keuangan dari suatu perusahaan yang isinya menggambarkan tentang perubahan posisi kas dalam satu periode tertentu. Biasanya dimaksud dengan satu periode tertentu disini adalah satu tahun fiscal. Perubahan posisis kas terjadi pada tiga kegiatan, yakni:
a.       Arus kas dari kegiatan operasional, adalah pelunasan piutang dari relasi dan pembayaran hutanng pemasok sehubunga dengan adanya kegiatan operasional, bunga pinjaman dan pajak,
b.      Arus kas dari kegiatan investasi, adalah penggunaan kas untuk keperluan, dan
c.       Arus kas dari transaksi pendanaan, adalah arus kas yang berasala dari perusahaan ke pemberi pinjaman atau dari pemberi pinjaman ke perusahaan.
Guna memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang arus kas, berikut ilustrasikan secara skematis,
Perputaran Arus Kas Perusahaan
Berasal dari
Arus Masuk
Likuiditas Perusahaan
Arus Keluar
Digunakan Untuk
Investasi Pemilik
KAS
Beli Persediaan
Dana Pinjaman
Bayar Biaya Operasional
Penjualan Aset
Beli Aset Tetap
Hasil Penjualan
Bayar Devident
Hasil Tagihan
Dari gambar terlihat arus kas masuk dapat terjadi oleh terjadinya investasi pemilik, dana pinjaman, hasil penjualan assets, hasil penjualan dan hasil tagihan. Meskipun terjadinya arus kas masuk sebagai contoh diatas disebabkan oleh berbagai sebab, namun tetap dianggap sebagai arus kas masuk ke perusahaan. Sebaliknya pada arus keluar dapat terjadi karena berbagai tujuan, seperti untuk membeli persediaan, untuk keperluan biaya operasional, untuk membeli assets tetap atau belanja modal dan untuk membayarkan deviden.
Tentunya masih banyak jenis-jenis pengeluaran lainnya yang menyebabkan terjadinya arus kas keluar. Pelaku usaha perlu senantiasa merencanakan dan mengendalikan agar terjadi keseimbangan antara jumlah arus kas masuk dengan arus kas keluar. Apabila terjadi ketidak serasian antara arus kas masuk dengan arus kas keluar (mis-match), maka dampaknya akan sangat merugikan perusahaan, terutama yang terkait dengan  nama baik perusahaan.
d.        Laporan Perubahan Modal
Laporan perubahan modal adalah salah satu bentulk laporan keungan yang memberikan informasi tentang penyebab bertambah atau berkurangnya modal selama dalam masa periode tertentu.
Di dalam laporan perubahan modal terdapat beberapa komponen diataranya :
1.      Modal awal : Keseluruhan dana yang di investasikan kedalam perusahan yang digunakan untuk menunjang pengoperasian perusahan pada saat awal perusahan tersebut baru berdiri atau posisi modal awal perusahan pada awal bulan pada tahun yang bersangkutan.
2.      Laba / rugi : Selisih dari bersih antara total pendapatan dengan total biaya.
3.      Prive : Penarikan sejumlah dana oleh pemilik perusahan yang digunakan untuk keperluan di luar kegiatan / operasional perusahaan atau yang digunakan untuk keperluan pribadi.
4.      Modal akhir : Keseluruhan dana yang merupakan hasil akhir dari penambahan modal awal ditambah dengan laba ( jika mengalami keuntungan ) atau pengurangan modal awal dikurangi rugi usaha ( Jika mengalami kerugian ) kemudian dikurangi dengan total prive dan hasil merupakan modal akhir.
Jadi unsur yang termasuk di dalam laporan perubahan modal terdiri dari Investasi awal atau modal awal, laba-rugi selama periode yang bersangkutan, prive penarikan modal oleh pemilik dan modal akhir. http://fortunerolalala.blogspot.com
Share this article :

Pasang Iklan

Kunjungan

TERBARU

Entri Populer

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner