Home » » Macam-Macam Sistem Politik

Macam-Macam Sistem Politik

Written By Arif Sobarudin on Sabtu, 17 November 2012 | Sabtu, November 17, 2012

Menurut Carter dan Hez, system politik di bagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut. 
 a. Apabila pihak yang memerintah dan ruang lingkup jangkauan kewenangan beberapa orang atau kelompok kecil orang, maka sistem politik ini disebut pemerintahan oligarki, otoriter atau aristokrasi.
b. Apabila pihak yang memerintah terdiri atas banyak orang, maka sistem politik ini disebut “demokrasi”. Jika kewenangan pemerintah mencakup segala sesuatu yang ada dalam masyarakat, maka rezim ini disebut “totaliter”. Begitu pula pemerintahan yang memiliki kewenangan terbatas dan membiarkan masyarakat mengatur diri sendiri tanpa campur tangan pemerintah tetapi kehidupan masyarakatnya di jamin dengan tata hukum yang telah disepakati bersama. Rezim ini disebut “ liberal “. Hal tersebut digunakan untuk membedakan sistem politik yang mencakup beberapa factor. Misalnya kebaikan bersama, identitas bersama, hubungan kekuasaan, prinsip legitimasi kewenangan, dan hubungan politik dengan ekonomi. Dalam pengembangan dan pembangunan di Indonesia, perlu adanya partisipasi politik dari seluruh masyarakat Indonesia . hal itu bertujuan agar segala aspek-aspek yang berkaitan dengan pembangunan politik beserta polanya dapat dilaksanakan. Untuk itu perlu adanya hubungan yang bersifat kausal antara pembangunan politik dengan partisipasi politik rakyat. Bentuk partisipasi politik dapat dibedakan menjadi 2 macam (Almond) yaitu : 
 a. Partisipasi konvensional, 
- Pemberian suara atau voting
- Diskusi politik
- Kegiatan kampanye
- Membentuk dan bergabung dalam kelompok kepentingan
- Komunikasi individual dengan pejabat politik atau administratif


Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/political-science/2187684-bentuk-bentuk-partisipasi-politik/#ixzz2CUh6iwrq
 
Pemberian suara atau voting
Diskusi politik
Kegiatan kampanye
Membentuk dan bergabung dalam kelompok kepentingan
Komunikasi individual dengan pejabat politik atau administrative

- Pemberian suara atau voting
- Diskusi politik
- Kegiatan kampanye
- Membentuk dan bergabung dalam kelompok kepentingan
- Komunikasi individual dengan pejabat politik atau administratif


Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/political-science/2187684-bentuk-bentuk-partisipasi-politik/#ixzz2CUh6iwrq
b. Partisipasi nonkonvensional  

Pengajuan petisi
Berdemonstrasi
Konfrontasi
Mogok
Tindak kekerasan politik terhadap harta benda: perusakan, pemboman, pembakaran.
Tindak kekerasan politik terhadap manusia: penculikan, pembunuhan, perang gerilya, revolusi.

Dalam hal partisipasi politik, Rousseau menyatakan bahwa “Hanya melalui partisipasi seluruh warga negara dalam kehidupan politik secara langsung dan bekelanjutan, maka negara dapat terikat ke dalam tujuan kebaikan sebagai kehendak bersama.”

Berbagai bentuk partisipasi politik tersebut dapat dilihat dari berbagai kegiatan warga negara yang mencakup antara lain:
a. Terbentuknya organisasi-organisasi politik maupun organisasi masyarakat sebagai bagian dari kegiatan sosial, sekaligus sebagai penyalur aspirasi rakyat yang ikut menentukan kebijakan negara.
b. Lahirnya lembaga swadaya masyarakat (LSM) sebagai kontrol sosial maupun pemberi masukan terhadap kebijakan pemerintah.
c. Pelaksanaan pemilu yang memberi kesempatan kepada warga negara untuk dipilih atau memilih, misalnya kampanye menjadi pemilih aktif, menjadi anggota DPR, menjadi calon presiden yang dipilih langsung dan sebagainya.
d. Munculnya kelompok-kelompok kontemporer yang memberi warna pada sistem input dan output kepada pemerintah, misalnya melalui unjuk rasa, petisi, protes, demonstrasi, dan sebagainya.



http://www.slideshare.net
http://id.shvoong.com/social-sciences

Share this article :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pasang Iklan

Kunjungan

TERBARU

Informasi Populer

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner