Home » » Manajemen Pemerintahan Sebagai Ilmu

Manajemen Pemerintahan Sebagai Ilmu

Written By Arif Sobarudin on Rabu, 21 November 2012 | Rabu, November 21, 2012



Dalam penerapannya ilmu dapat dibedakan atas sebagai berikut di bawah ini :

a. Ilmu murni (pure science)
b. Ilmu terapan (applied science)
c. Campuran.

Yang dimaksud dengan ilmu murni adalah ilmu itu hanya murni bermanfaat untuk ilmu itu sendiri dan berorientasi pada teoritisasi, dalam arti ilmu pengetahuan murni tersebut terutama bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan ilmu pengetahuan secara abstrak, yaitu untuk mempertinggi mutunya.

Yang dimaksud ilmu praktis adalah ilmu itu praktis langsung dapat diterapkan kepada masyarakat karena ilmu itu sendiri bertujuan untuk mempergunakan hak ikhwal pengetahuan tersebut, dalam masyarakat banyak. Serta dilaksanakan untuk membantu masyarakat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya.

Yang dimaksud dengan ilmu campuran dalam hal ini adalah suatu ilmu selain termasuk ilmu murni juga merupakan ilmu terapan yang praktis dan langsung dapat dipergunakan dalam kehidupan masyarakat umum.

Sedangkan dalam hal fungsi kerjanya ilmu juga dapat dibedakan atas sebagai berikut :

a. Ilmu teoritis rasional
b. Ilmu empiris praktis
c. Ilmu teoritis empiris

Yang dimaksud dengan ilmu teoritis rasional adalah ilmu yang memakai cara berpikir dengan sangat dominan, deduktif dan mempergunakan silogisme misalnya dogmatis hukum.

Yang dimaksud dengan ilmu empiris praktis adalah ilmu yang menganalisa secara deduktif saja, misalnya dalam pekerjaan-pekerjaan sosial atau dalam mewujudkan kesejahteraan umum dalam masyarakat.

Yang dimaksud dengan ilmu teoritis empiris adalah ilmu yang memakai cara gabungan berpikir induktif-dedeuktif atau sebaliknya juga berpikir deduktif-induktif, misalnya ilmu manajemen pemerintahan.

Jadi dari uraian di atas jelas bahwa Ilmu manajemen pemerintahan termasuk ilmu teroritis empiris. Disamping itu, Ilmu manajemen pemerintahan juga termasuk ilmu praktis atau ilmu terapan karena akan langsung dapat diterapkan kepada masyarakat. Oleh karena itulah kader-kader pamong praja dibekali ilmu manajemen pemerintahan ini.

Ilmu manajemen pemerintahan juga termasuk suatu ilmu sosial, dan merupakan ilmu pengetahuan non-eksakta dan non-kerohanian. Perbedaan tersebut bukanlah pembedaan mengenai metode, akan tetapi menyangkut pembedaan isi dan cara kerja. Hal ini penulis kemukakan karena ingin membedakan ilmu pengetahuan yang bersangkut-paut dengan gejala-gejala alam yang sifatnya pasti, dengan ilmu pengetahuan sosial yang erat hubungannaya dengan gejala-gejala kemasyarakatan yang gampang berubah. Inilah yang membedakan ilmu manajemen pemerintahan dengan ilmu-ilmu eksakta.

Definisi-definisi mengenai ilmu yang diungkapkan beberapa ahli di muka telah membuktikan dan memperkuat posisi bahwa manajemen pemerintahan adalah sebuah ilmu pengetahaun. Jika dilihat dari syarat-syarat bahwa pengetahuan itu dapat menjadi sebuah ilmu seperti yang dikatakan oleh Prof. Dr. Amsal Bahktiar, M.A. (2010:8) yaitu sistematik, rasional, empiris, universal, objektif, dapat diukur, terbuka, dan kumulatif (bersusun timbun). Dalam hal ini syarat-syarat tersebut saling berkaitan satu sama lain di dalam peranannya sebagai suatu sistem pembentuk ilmu. Berikut penjelasan penulis mengenai manajemen pemerintahan sebagai ilmu :

1. Sistematik

Manajemen pemerintahan adalah suatu metode atau pun cara bagaimana mengelola dan menjalankan suatu pemerintahan dengan baik agar tercapai suatu tujuan. Dalam hal ini manajemen pemerintahan adalah suatu pengetahuan orang tentang mengelola pemerintahan yang memiliki pola dan susunan dimana suatu pola tersebut saling berkaitan dan berhubungan. Misalnya bagaimana cara meningkatkan kesadaran aparatur pemerintahan ?, bagaimana cara meningkatkan kinerja para birokrat tersebut ? yang pada akhirnya dapat mengetahui bagaimana cara meningkatkan pelayanaan kepada masyarakat. Jadi suatu pengetahuan mengenai beberapa aspek tentang cara-cara dalam menajemen pemerintahan itulah yang menjadikan manajemen pemerintahan sebagai suatu ilmu yang terpola yang saling berhubungan (sistematik).

2. Rasional

Suatu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu jika memiliki sifat raional (masuk akal). Masuk akal disini dalam artian dapat dipelajari dan diajarkan. Sebagai suatu metode mengenai pengelolaaan suatu sistem pemerintahan manajemen pemerintahan sendiri adalah sebagai sesuatu yang memang dapat dipelajari dan dikaji lebih mendalam tentang prosesedur-prosedur yang baik dan benar menjalankan suatu pemerintahan. Beberapa pengetahuan yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan itu kemudian dirangkum menjadi sebuah materi pembelajaran yang pada akhirnya dapat diajarkan kepada orang lain yang memang membutuhkan pengetahuan tersebut untuk dapat menjalankan dan mengelola sistem pemerintahan dengan baik dan benar. Jadi manajemen pemerintahan adalah suatu pengetahuan yang dapat dipelajari dan banyak dikaji oleh para ahli pemerintahan dan diberikan kepada orang lain agar orang lain itu dapat mempelajarinya. Hal inilah yang menjadikan manajemen pemerintahan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang rasional.

3. Empiris

Empiris atau sering disebut sebagai sesuatu yang telah mengalami pengujian dan tidak diragukan lagi kebenarannya. Sebagai suatu ilmu yang dapat dipelajari dan diajarkan, manajemen pemerintahan bukan sembarang ilmu yang tidak memiliki dasarya. Hal ini telah dilakukan oleh para ahli ilmu-ilmu pemerintahan terdahulu bahwa manajemen pemerintahan sebelum memposisikan dirinya sebagai suatu ilmu telah dilakukan pengujian secara berulang kali terhadap obyeknya yaitu suatu kepemerintahan dalam suatu daerah mengenai teori-teori (pengetahuan-pengetahuan tentang pengelolaan pemerintahan) yang dirumuskan oleh para ahli tersebut untuk mendapatkan kebenarannya. Dan saat ini teori-teori yang dirumuskan oleh para ahli ilmu-ilmu pemerintahan mengenai manajemen pemerintahan, bagaimana metode dan prosedur dalam mengelola suatu sistem pemerintahan telah diakui dan tidak diragukan lagi kebenarannya sehingga pengetahuan-pengetahuan tersebut telah banyak dipelajari dan menajdikan suatu ilmu yang empiris.

4. Universal

Manajemen pemerintahan mempelajari dan mengkaji tentang berbagai fenomena pemerintahan yang berkaitan dengan pengelolaan pemerintahan tersebut. Ketika manajemen pemerintahan disebut sebagai suatu ilmu, maka bersifat menyeluruh dan tetap tidak berubah. Walaupun dalam kurun waktu tertentu tetap memiliki perubahan. Pengetahuan dan teori-teori mengenai manajemen pemerintahan dapat digunakan dan diajarkan terhadap semua obyek yang menjadi fokus manajemen pemerintahan itu sendiri. Artinya melalui pengujian empirisme tadi teori yang telah dirumuskan dapat sesuai dengan semua sistem pemerintahan yang ada dan menjadi fokusnya. Semua fenomena yang ada dalam sistem pemerintahan dapat dipelajari dengan teori-teori yang dimiliki oleh manajemen pemerintahan sehingga teori-teori tersebut dapat bersifat universal.

5. Objektif

Titik fokus manajemen pemerintahan adalah semua fenomena dalam sistem pemerintahan yang kemudian diasumsikan dengan bagaimana mengelola suatu sistem pemerintahan itu. Dalam hal ini manajemen pemerintahan memiliki suatu keobjektifan dalam menguji suatu pengetahuan atau teori-teori yang telah dirumuskan. Teori-teori itu sesuai dengan fenomena dalam sistem pemerintahan di lapangan. Jika teori itu deterapkan terhadap obyek yang akan jadi titik fokusnya yaitu sistem pemeritahan sangatlah benar dan tepat sasaran. Tepat sasaran disini dalam arti adanya pencapaian tujuan yang diinginkan antara teori yang ada dengan hal yang menjadi titik fokusnya. Kesesuaian dan kemantaban inilah yang membuat manajemen pemerintahan itu bersifat obyektif dalam merumuskan suatu teori yang selanjutnya menjadi sebuah ilmu pengetahuan.

6. Dapat di ukur

Manajemen pemerintahan sebagai suatu ilmu memiliki tolak ukur dalam mengkaji dan mempelajari ilmu tersebut. Hal ini dilihat dalam pengujian empirisme suatu ilmu. Tingkat kebenaran suatu ilmu dapat diukur dan dilihat seberapa berpengaruh terhadap obyek yang diteliti. Ketika memasuki proses ini manajemen pemerintahan telah membuktikan bahwa dirinya adalah suatu ilmu yang dapat diakui.

Setelah menjadi suatu ilmu maka manajemen pemerintahan dapat dipelajari dan diajarkan kepada orang lain. Selanjutnya orang lain yang mempelajarinya tentu memiliki pemahaman-pemahaman terhadap sesuatu yang dikaji tersebut. Dari sinilah terlihat bahwa pemahaman orang tersebut dalam memahami ilmu manajemen pemerintahan dapat diukur, seberapa tinggi orang tersebut mengerti dan paham tentang ilmu manajemen pemerintahan. Artinya, manajemen pemerintahan sebagai ilmu memiliki tingkatan (grade) dalam memberikan pengetahuan-pengetahuannya sehingga ilmu tersebut dapat diukur.

7. Terbuka

Teori-teori yang ada dalam ilmu manajemen pemerintahan memiliki sifat yang sangat terbuka. Manajemen pemerintahan sebagai suatu ilmu dapat dikaji dan dipelajari oleh semua orang yang hendak mendalami suatu pengetahuan tentang pengelolaan sistem pemerintahan. Ilmu manajemen pemerintahan mampu memberikan konsep-konsep dari teori yang dimilikinya secara luas kepada seluruh pengkaji ilmu-ilmu sosial. Dalam hal ini manajemen pemerintahan juga dapat menerima segala perubahan-perubahan dalam teoritisasinya sebagai adanya perkembangan dari ilmu manajemen pemerintahan itu sendiri.

8. Kumulatif

Ilmu manajemen pemerintahan adalah ilmu yang tersusun secara berkaitan. Di dalam mempelajari ilmu manajemen pemerintahan terdapat teori-teori yang memiliki hubungan dan saling keterkaitan antara teori yang satu dengan teori yang lain sehingga ada susunan beberapa teori yang kemudian menjadi bangunan konsep untuk mendirikan sebuah ilmu. Serangkaian pertanyaan apa/mengapa, bagaimana, dan untuk apa yang menjadi syarat filsafatis ilmu dapat dijawab oleh manajemen pemerintahan. Teori-teori yang ada saling melengkapi dan memberikan pengetahuan-pengetahuannya yang pada akhirnya teori tersebut dapat bersusun timbun.
 http://bingkaruangnet.blogspot.com
Share this article :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pasang Iklan

Kunjungan

TERBARU

Informasi Populer

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner