Home » » Program Kegiatan Sekolah yang Perlu Dikedepankan

Program Kegiatan Sekolah yang Perlu Dikedepankan

Written By Arif Sobarudin on Rabu, 07 November 2012 | Rabu, November 07, 2012

Memasuki era reformasi telah menuntut perubahan di semua sektor kehidupan. Tidak terkecuali sektor pendidikan turut tereformasi. Reformasi pendidikan adalah sebuah rekayasa besar yang tidak mungkin dikerjakan setengah hari. Tidak benar misalnya, dengan menyalahkan para guru, yang seperti diketahui harus bekerja tanpa imbalan materi yang memdahi. Sebaliknya, juga tidak benar bahwa semua permasalahan bakal beres.
Tampaknya semua faktor diatas saling terkait satu dengan yang lainnya sebagai sebuah lingkaran setan yang harus diputus. Hal yang perlu dilakukan dalam meniti jalan reformas pendidikan adalah membongkar berbagai tabu, meeluruskan jalan dan praktik yang serong, sertamengikis habis mitos yang mengesalkan. Sedikitnya, tiga belas hal berikut perlu menjadi pertimbangan bagi reformasi pendidikan.
1. Perlu disadari bahwa setiap ornag adalah pribadi yang unikdan mempunyai bakat yang berbeda dengan laninnya
2. Pendidikan tidak dimulai selepas sekolah menengah yaitu pada tingkat universitas.
3. Perlunya sebuah sistem penilaian yang mencerminkan prestasi murid dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya, tidak sekedar angka-angka secara abstrak.
4. Perlu disadari bahwa (sistem) pendidikan tidak bebas nilai. Berbagai pelajaran sudah sarat nilai. Begitu juga dengan perilaku guru sebgai panutan.
5. Sekolah bukanlah mengancam “bengkel reparasi” bagi semua kerusakan masyarakat.
6. Perlu dikoreksi keyakinan bahwa isi pendidikan bisa diatur lewat birokrasi, dan sedapat mungkin harus diseragamkan.
7. Tidaklah tepat bahwa lembaga pendidikan terbaik, selalu milik negara. Persaingan lembaga pendidikan negeri dengan swasta, baik formal maupun yang alternatif, dalam hal mutu dan konsep, ikit memperbaiki sistem pendidikan nasional.
8. Sistem pendidikan, sebaiknya berorientasi pada nilai. Kita mungkin trauma, terutama dengan penyampaiannilai lewat mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang belakangan menjadi kontraproduktif. Akan tetapi, pendidikan tidak boleh terbatas pada sekedar transfer pengetahuan dan keahlian fungsional.
9. Sistem pendidikan sebaiknya terkait dengan dunia praksis (praxisbesogen). Akan tetapi, ini bukan berarti melulu berbicara tentang “materilisasi” pendidikan, yang mengedepankan konsep “siap pakai” bagi perekonomian.
10. Sistem pendidikan sebaiknya tetap beragam. Kita bersyukur bahwa sejarah kependidikan di Indonesia, telah memunculkan keberagaman model, lembaga dan tradisi pendidikan.
11. Diperlukan sebuah sistem pendidikan yang memberikan ruang bagi anak didik untuk bersaing dan berkreasi secara fair.
12. Dibutuhkan sebuah sistem pendidikan yang efisien dalam pengelolaan waktu. Waktu para guru agar tidak habis untuk mengajar mata pelajaran yang berjubel. Agar waktu mengajar tidak terpaksa diperpendek karena dipakai untuk mencari penghasilan tambahan.
13. Sistem pendidikan sebaiknya bersifat internasionalkeluar, diperlukan jalinan kerjasama dengan lembaga pendidikan mancanegara. Dalam hal ini hendaknya dibuka lebar kesempatan bagi siswa dan mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia.http://masfedri.blogspot.com
Share this article :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LOWONGAN KERJA

Kunjungan

Update

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner