Home » » SOSIOLOGI SENI

SOSIOLOGI SENI

Written By Arif Sobarudin on Kamis, 22 November 2012 | Kamis, November 22, 2012

Sosiologi seni sebagai lembaga social dan seni, di satu sisi dapat dipandang sebagai salah satu bidang kajian dan atau pendidikan seni, dan pada sisi lain dapat dipandang sebagai salah satu pendekatan untuk mengkaji, menganalisis, dan meneliti karya seni dalam hubungannya dengan masyarakat (seni). Masyarakat sebagai penikmat, pemerhati, pengkaji, peneliti, pendidik (konsumen), dan pengelola seni – terdiri dari komponen-komponen yang menjadi pilar terjadinya proses penciptaan seni. Komponen sebagai pilar yang dimaksud adalah:
1. Pencipta Seni,
2. Penyaji Seni,
3. Pelaku Seni,
4. Pekerja Seni,
5. Pemerhati Seni,
6. Lembaga Seni (Gallery, Sanggar, Maecenas),
7. Alam yang dijadikan objek atau acuan, dan Karya Seni itu sendiri.
Tujuan sosiologi seni adalah memberikan pemahaman tentang berbagai paradigma sosiologis dalam menganalisis seni baik sebagai produk estetis, objek kajian, maupun sebagai bahan kegiatan proses belajar mengajar. Sosiologi seni sebagai lembaga sosial mempermasalahkan ada tidaknya keterkaitan, interaksi, atau saling pengaruh antara seni dengan bidang-bidang non seni, seperti social, politik, ekonomi, hukum, agama, budaya, dan cabang seni lainnya.
Ruang Lingkup Sosiologi Seni
ü Sosiologi
ü Seni: Batasan seni, Fungsi Seni (ritual, hiburan, Pendidikan)
ü Sosiologi Seni sebagai lembaga social : interaksi dengan bidang non-seni
ü Sosiologi Seni sebagai bidang kajian seni dalam hubungannya dengan masyarakat.

KESENIAN
Kata “seni” adalah berasal dari kata “SANI” yang kurang lebih artinya “Jiwa Yang Luhur/ Ketulusan jiwa”. Mungkin saya memaknainya dengan keberangkatan orang/ seniaman saat akan membuat karya seni, namun menurut kajian ilimu di eropa mengatakan “ART” (artivisial) yang artinya kurang lebih adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan.
Seni adalah unsur budaya yang penting yang memberi nilai keindahan, keselarasan, dan keseimbangan (Claire Holt dalam karyanya yang berjudul “Art in Indonesia”).
Seni atau kesenian merupakan karya para seniman dalam maksud memberikan rasa indah kepada para penghayatnya dan bagi para seniman itu sendiri. Jika melihat batasan seni atau kesenian menurut Herbert Read diturunkan pembagiannya sebagai berikut :
1. Seni visual, seni yang hanya dapat ditangkap oleh mata (khas) yaitu seni lukis.
2. Seni plastis, seni jenis ini mestinya dapat digolongkan juga seni visual seperti halnya seni gerak dan seni patung, juga arsitektur serta pahat.
3. Seni musik, hasil kesatuan dari susunan (komposisi) lagu dan karya musik dalam ekspresi bunyi. Contoh : musik instrument, vocal serta koor.
4. Sastra, tertulis berupa sajak, cerpen, novel dan lain-lain.
5. Seni gerak yaitu seni tari, sandra tari, pantomim
Fungsi seni atau kesenian artinya hasil pengamatan orang terhadap apa yang dapat diberikan oleh karya, kesenian bagi kehidupan manusia mempunyai dua fungsi :
1. Fungsi primer, memberikan rasa keindahan, sebagai seniman mengejar hal ini sebagai keutamaan berkarya.
2. Fungsi sekunder, memberi tunjangan atau bantuan untuk memberi warna indah dari karya-karya yang non seni, yaitu karya sosial ekonomi maupun politik.
Share this article :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pasang Iklan

Kunjungan

TERBARU

Informasi Populer

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner