Home » » TEORI KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN

TEORI KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN

Written By Admin Bisosial on Rabu, 21 November 2012 | Rabu, November 21, 2012

1.      Teori Otokratis dalam Kepemimpian Pemerintahan
Teori otokratis adalah teori bagaimana seorang pimpinan pemerintahan dalam menjalankan tugasnya bekerja tanpa menerima saran dari bawahan, perintah diberikan dalam satu arah saja artinya bawahan tidak diperkenankan membantah, mengkritik, bahkan bertanya.
2.      Teori sifat dalam kepemimpinan pemerintahan
Teori sifat adalah teori yang mengatakan bahwa kepemimpinan tercipta dari seseorang berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki seseorang tersebut, berarti yang bersangkutan sudah sejak lahir memiliki ciri-ciri untuk menjadi pemimpin.
3.      Teori Manusiawi dalam Kepemimpinan Pemerintahan
Teori ini adalah teori yang pemimpinnya benar-benar merasakan bawahannya (baik rakyat maupun staf) sebagai manusia yang dapat dimotivasi kebutuhannya sehingga menimbulkan kepuasan kerja, untuk itu teori ini berkaitan dengan teori motivasi.
4.      Teori Perilaku Pribadi
Teori ini merupakan teori dimana pemimpin melakukan pendekatan pada bawahan melalui cara-cara formal yang tidak resmi, dengan begitu perintah biasanya dilakukan secara lisan dan bukan tertulis.
5.      Teori lingkungan
Teori ini memperhitungkan ruang dan waktu, berbeda dengan teori sifat yang mengatakan pemimpin itu dilahirkan (leader is born) maka dalam teori ini pemimpin dapat dibentuk. Yang dimaksud dengan ruang adalah tempat lokasi pembentukan pemimpin itu berada, misalnya diwaktu kecelakaan pesawat maka pilot begitu dibutuhkan, disuatu lokasi kerumunan masa maka seseorang yag bersuara keras akan dapat lebih didengar. Yang disebut dengan waktu adalah saat yang tepat ketika bentukan pimpinan pemerintahan itu terjadi atau dipertahankan, misalnya di Irak yang sering melakukan invansi atau diserbu pihak lain maka rakyat membutuhkan seorang pemberani seperti Saddam Husain untuk cukup lama jadi presiden.
6.      teori situasi
teori ini merupakan teori dimana pemimpin memanfaatkan situasi dan kondisi bawahannya dalam kepemimpinannya yaitu dengan memperhatikan dukungan (supportif) dan pengarahan.
7.      Teori pertukaran
Teori pertukaran dalam kepemimpinan pemerintahan adalah teori dimana pemimpin pemerintahan dalam mempengaruhi bawahnnya memakai strategi take and given yaitu sebagai berikut:
Ketika atasan hendak memberikan perintah maka selalu diutarakan bahwa bila berhasil akan dinaikkan gaji, atau sebaliknya sebelum penerimaan suatu honor lalu pemimpin mengutarakan bahwa selayaknya bawahan bekerja lebih rajin, dengan demikian akan menjadi bawahan yang tahu diri.
8.      Teori Kontingensi
Adalah teori yang berpatokan pada tiga hal yaitu hubungan atasan dengan bawahan (leader member relation), struktur/orientasi tugas (task struktur) dan posisi/wibawa pemimpin (leader position power) yang dikemukakan oleh Fred Fiedler (1976) dalam bukunya A Theory of Leadership Effective.
Dr. Kartini Kartono dalam bukunya “Pemimpin dan Kepemimpinan” juga menyebutkan macam-macam teori kepemimpinan seperti diatas. Akan tetapi Dr. Kartini Kartono menambahkan beberapa macam teori yaitu teori psikologis, teori sosiologis, teori suportif, dan teori laissez faire. Teori psikologis menyatakan bahwa fungsi seorang pemimpin adalah memunculkan dan mengembangkan sistem motivasi terbaik, untuk merangsang kesediaan bekerja dari para pengikut dan anak buah. Teori sosiologis menyatakan bahwa kepemimpinan dianggap sebagai usaha untuk melancarkan antar relasi&menyelesaikan setiap konflik organisatoris antara para pengikutnya, agar tercapai kerjasama yang baik. Teori suportif menyatakan bahwa para pengikut harus sekuat mungkin&bekerja dengan penuh gairah, sedang pemimpin akan membimbing dengan sebaik-baiknya melalui policy tertentu. Sedangkan teori laissez faire menyatakan bahwa pemimpin laissez faire pada intinya bukanlah pemimpin yang sebenarnya. Pemimpin laissez faire ditampilkan oleh “ketua dewan” yang sebenarnya tidak becus mengurus dan dia menyerahkan semua tanggung jawab serta pekerjaan kepada bawahan/semua anggotanya. Beliau tidak mencantumkan teori lingkungan, teori pertukaran dan teori kontingensi.
Sedangkan Prof. Drs. S. Pamudji, MPA dalam bukunya yang berjudul “Kepemimpian Pemerintahan di Indonesia” hanya mengemukakan teori-teori kepemimpinan yang dianggap penting saja yaitu teori serba sifat (traits theory), teori lingkungan (environmental theory),(personal-situational theory), teori interaksi dan harapan (interaction-expectation theory) teori humanistik (humansitic theory), dan teori tukar menukar (exchange theory.) teori pribadi dan situasi 
 http://greensirius.blogspot.com
Share this article :

Kunjungan

Update

LOWONGAN KERJA

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner