Home » » PERBEDAAN ASIMILASI DAN AKOMODASI

PERBEDAAN ASIMILASI DAN AKOMODASI

Written By Arif Sobarudin on Senin, 25 Februari 2013 | Senin, Februari 25, 2013

Asimilasi adalah proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul langsung secara internsif untuk waktu yang lama sehingga kebudayaan-kebudayaan tadi masing-masing berubah wujudnya menjadi kebudayaan campuran. Biasanya golongan yang tersangkut dalam suatu proses asimilasi adalah golongan minoritas. Sedangkan Akomodasi merupakan suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi sosial antara pribadi dan kelompok-kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Asimilasi merupakan proses sosial tingkat lanjut yang timbul apabila terdapat golongan-golongan manusia yang mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda saling berinteraksi dan bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama, dan kebudayaan-kebudayaan dari golongangolongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas menjadi unsur-unsur kebudayaan yang baru, yang berbeda dengan aslinya. Dengan demikian akan muncul kebudayaan baru yang merupakan kebudayaan campuran di antara golongan-golongan yang saling bertemu itu. Pada dasarnya asimilasi dilakukan sebagai usaha untuk mengurangi perbedaan antarindividu atau antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama. Sementara itu Koentjaraningrat berpendapat bahwa proses asimilasi akan timbul jika ada kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaan saling berinteraksi secara langsung dan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, sehingga kebudayaan masing-masing kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri. Dalam Akomodasi golongan minoritas mengubah sifat khas dari unsur-unsur kebudayaannya dan menyesuaikan dengan kebudayaan dari golongan mayoritas sedemikian rupa sehingga lambat laun kehilangan kepribadian kebudayaannya dan masuk ke kebudayaan golongan mayoritas.
Akomodasi mempunyai dua aspek pengertian, yaitu:

1).Upaya untuk mencapai penyelesaian dari suatu konflik atau pertikaian. Jadi mengarah kepada prosesnya.

2).Keadaan atau kondisi selesainya suatu konflik atau pertikaian tersebut. Jadi, mengarah kepada suatu kondisi berakhirnya pertikaian.

Akomodasi didahului oleh adanya dua kelompok atau lebih yang saling bertikai. Masing-masing kelompok dengan kemauannya sendiri berusaha untuk berakomodasi menghilangkan gap atau barier yang menjadi pangkal pertentangan, sehingga konflik mereda. Sebagai hasil akhir dari kondisi akomodasi ini, idealnya akan terjadi asimilasi diantara kelompok-kelompok yang bertikai tadi.
  

Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya asimilasi:

1).Toleransi

2).Kesempatan-kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang.

3).Suatu sikap yang menghargai orang asing dengan kebudayaannya.

4).Sikap yang terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat

5).Adanya unsur-unsur kebudayaan yang sama

6).Perkawinan campuran

7).Adanya musuh bersama dari luar.

Faktor-faktor yang dapat menghambat terjadinya asimilasi antara Lain adalah sebagai berikut:

1).Kehidupan yang terisolasi

2).Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi

3).Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi

4).Perasaan bahwa kebudayaan golongan lain lebih superior atau sebaliknya lebih inferior

5).Perbedaan warna kulit dan ciri-ciri fisik

6).Adanya In-group feeling

7).Terjadi gangguan dari golongan mayoritas terhadap golongan minoritas

8).Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan, baik yang bersifat pribadi maupun golongan.
 
http://www.pengertiandefinisi.com
Share this article :

Pasang Iklan

Kunjungan

TERBARU

Entri Populer

 
Copyright © 2011 - 2013. BERBAGI ILMU SOSIAL - All Rights Reserved | Supported by : Creating Website | MENOREH.Net - Media Partner